Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

My Angel

My Angel

2tahun silam tepatnya 14 februari 2012. Hari penuh kasih sayang menurut gadis remaja seperti ku. Valentine day. Meski di agamaku tidak diajarkan itu. Selalu ada hal hal indah hari-hari itu. Kecupan, pelukan, kado spesial. Namun sayang , aku sudah tak dapat merasakan lagi hangatnya kasih sayang itu. Tepat hari itu, aku resmi memiliki seseorang wanita yang bisa kupanggil dengan sebutan “MAMA” menurut hukum. Tapi tidak menurut nuraniku.

Semua terasa gila. Hampa. Suram. Gelap. Tak ada masa depan ,aku telah kehilangan Iman. Aku sudah tak ingat Tuhan. Aku sudah lupa jalan untuk kembali kerumah. Seperti hanya aku yang tinggal di tanah ini. Tidak ada Orang tua saudara dan teman. Aku benar benar boneka terbuang. Tak ada lagi yang aku lakukan selain pergi ketempat yang terdapat langit-langit, gelap, kursi yang berjajar rapi, dan satu sorotan lampu.  Keluyuran sepanjang tanah beraspal. Hidup layaknya putri raja tanpa dayang-dayang. Tidak menengok sedikit ke jam tangan yang kupakai. Seolah aku membiarkan waktu itu berputar dan aku tidak peduli itu.

Sampai suatu saat aku ingin waktuku diberhentikan. Terlintas dalam fikiranku ,sesorang yang melahirkanku. Aku ingin menyusulnya disana. Aku terbang tinggi membayangkan indahnya surga bersama Bunda. Hanya kita berdua. Me and Mom. Seperti halnya manusia paling suci dimuka bumi ini. Belum sampai ku dilangit aku terjatuh dan menangis. Pantaskah aku berkata Syuharga. Sedangkan aku sudah lupa Tuhan. Sudah lupa rumah dan tidak mengenal waktu. Bahkan lima waktu wajibkupun aku tak ingat.

Namun seketika itu juga. Disaat aku benar benar tak mempunyai harga. Tuhan menurunkan Malaikat untukku. Dia datang untuk menyelamatkan hidupku. Disaat semua orag tidak peduli siapa aku. Disaat teman hanya mendekatiku karna uangku. Dia datang dan merubah segala akhlakku seperti aku yang sesungguhnya. Ketika aku tidak tau siapa tuhanku. Dialah yg  menyadarkanku atas apa yang aku lakukan selam ini. Dia yang selalu merelakan setiap waktunya untuk datang kerumahku meski dia mempunyai kewajiban lain selain merubahku.

Sosok laki-laki yang mempunyai rambut lurus brown black, mata yang indah dengan kornea warna coklat, berkulit putih, bulu mata yang lentik, bulu alis yang tebal dan hitam dan kepribadian yang Indah. Sosok lelaki yang belum pernah sedekat ini denganku. Kepribadiannnya dialah yang membuat aku berubah dan sadar. Siapakah aku sebenrnya. Untuk apa aku dilahirkan diatas tanah ini. Dia mengingat kan ku siapa Tuhan. Siapa yang memberikan cobaan ini. Siapa yang menakdirkanku berdiri diatas tanah ini. Dan apa guna otakku ini? Apa hanya untuk memikirkan kebahagian tanpa usaha? Apa hanya memikirkan uang tanpa kerja? Seperti itulah yang dia katakan.

Kesetiannya dia yang begitu agung. Menerima segala sikap burukku sifatku dan fisikku. Apa adanya aku. Seperti berasa manusia yang paling sempurna ketika dia menjadi milikku. Dia berhasil membuatku kuat dengan masalah terbesar dalam hidupku. Disaat aku ingin menyusul bunda dialah yang memberhentikanku. Dia yang memarahiku. Disaat tidak orang yang menghawatirkanku dialah yang nomer satu untuk mencariku. Disaat aku menangis terseduh-seduh, pundak dia yang selalu untukku. Dia membuatku merasa hidup kembali. Dialah malaikatku. Saat itu dan saat ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Siapakah aku



Siapakah aku?




Aku adalah seorang manusia yang terlahir suci dari rahim seorang Ibu yang  mulia. Aku lahir dengan tangisan dan disambut dengan senyuman. Pertama yang ku dengar adalah suara adzan. Aku belom mengerti apa-apa. Berkelana dalam hidup, tanpa arah dan tujuan.  Tidak mengerti apa itu dosa. Hanya menjalani hidup seperti manusia umumnya. Bermain, makan dan tidur. Tapi kini aku sadar. Hidup bukanlah untuk makan. Melainkan, hidup adalah untuk Ibadah.

Terkadang orang-orang lalai dengan jati diri mereka. Mereka berkata “Just Do It”. Maukah Kalian menjalani kehidupan ini tanpa arah dan tujuan? Yang nantinya berakhir dengan kesedihan. Aku pribadi tidak mau. Aku ingin hidup ini bisa sejahtera, dan berakhir dengan senyuman indah. Aku ini seperti angin, kadang menyejukkan, kadang menggemparkan tergantung seberapa besar tenaga yang kupakai. Kadang aku terlihat, kadang aku tak terlihat. Tetapi kehadiranku selalu dapat dirasakan.

Ketika “aku” dimengerti sebagai “subjek” memaksudkan bahwa aku yang beraktivitas, sadar, berefleksi dan mencari kebenaran. Aku adalah itu yang sadar akan hidupku. Hidupku adalah keseharianku, pengalamanku, suka-dukaku, kebahagiaanku. “Perbuatan-ku itulah "aku". Cinta-ku dan segala konsekuensi pengorbanan yang menyertainya, itulah "aku". Cita-cita, pengharapan dan kecemasan-ku itulah "aku." Pengalaman keseharian-ku itulah “aku". Jatuh-bangun perjuanganku itulah "aku". Kesadaran akan “aku” bukanlah sekedar saya tahu siapa nama saya, saya bersekolah di mana, siapa orang tua dan guru saya. Aku bukan hanya kekayaanku, uangku, dan kecantikanku.  Manusia adalah aku dalam keseluruhan hidupnya yang utuh.

Betapa seringnya aku merasa bangga ketika melihat begitu banyaknya orang yang membutuhkan ku. Saat kita menyaksikan orang-orang berkumpul di sekeliling kita, betapa bangganya jiwa ini. Padahal kita sendiri menyadari bahwa orang-orang itu sesungguhnya tidak mengetahui siapa dan bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Dan yang membuat segalanya semakin parah kita pun seperti selalu berusaha menampilkan berbagai bentuk dan rupa kepalsuan.

Kadang kita merasa menghadapi suatu masalah yang “sangat sulit” atau “sangat berat”.Baik di sekolah, di keluarga, di lingkungan masyarakat,maupun masalah pribadi diri sendiri. Bahkan kadang bisa terlintas di benak kita, kenapa demikian berat beban cobaan yang kita terima ? Padahal jika kita menerima anugrah yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa saya yang menerima

Hanya Allah yang tahu siapa kita, untuk apa kita ada, dan mau kemana kita. Karena Allah yang menciptakan kita. Dan kita sering tak sadar dalam mencari konsep jati diri sesungguhnya sebagai manusiaApa yang telah kita dapat, apa yang telah kita lakukan adalah untuk membantu sesama dan beribadah kepada Allah demi mencapi tujuan syurga. Dan bila kita mengenali dari apa kita di ciptakan maka kita akan menjadi manusia yang tak berjalan dengan kesombongan di muka bumi dan senantiasa kita menjadi hambanya yang benar-benar bersyukur karena telah menjadi salah satu makhluk yang sempurna di bandingkan makhluk Allah lainnya. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resolusi 2015



RESOLUSI TAHUN BARU: MEMBUAT HIDUP LEBIH HIDUP









Tahun baru adalah waktu yang tepat untuk intropeksi diri. Saatnya utuk memilih kembali bagaimana kita melalui sepanjang tahun kemarin dan merenung apa yang kita dapat perbaiki ditahun sekarang. Dengan kata lain, pergantian tahun adalah saat untuk menyusun daftar resolusi tahun baru. Resolusi dibuat untuk mengubah kebiasaan atau gaya hidup untuk menjadi lebih baik lagi.

Dan ditahun yang baru ini, pasti banyak hal yang ingin kita dapatkan. Dan kita menginginkan untuk hidup lebih baik lagi tentunya. Tapi kalau hanya berangan-angan saja, segala impian dan harapan itu tidak akan pernah terjadi. Jadi kita tulis saja, apa yang ingin kita raih di tahun 2015 ini. Dan inilah resolusi saya di 2015.

1.Kebahagian & Kesetiaan
Saya berharap malam yang indah di SweetSeventen nanti. Mulai detik ini juga, saya berusaha untuk membahagiakan orang orang disekitar saya. Di mulai dengan senyuman manis disetiap harinya dan berusaha untuk tidak menyakiti perasaanya. Karena 2hal sepele itu selalu saya abaikan. Dan dengan berjalannya waktu orang orang yang tulus denganku pergi.

2.Karir
Setelah 17tahun nanti saya ingin belajar bisnis dengan ayah dan langsung praktek di dunia kerja.

3. Ibadah
Rutin menjalankan sholat dan puasa sunnah. Tahun kemarin sudah saya laksanakan. Namun tidak pernah rutin. Dan di 2015 ini semoga saya bisa melaksanakannya dengan rutin. Dan mengajak orang-orang disekitar saya untuk melaksanakannya.

4. Kluarga baru
Saya harap 2015 ini kluarga bertambah satu orang yaitu MAMA. Saya ingin ada yang membantu pekerjaan pekerjaan yang saya lakukan 3tahun ini. Saya ingin merasakan hangatnya kasih sayang seorang MAMA. Dan ingin ada seorang yang mendampingi ayah, bukan saya dan adik. Namun MAMA.

5. Mendapatkan nilai 4.00 di rapot
Tahun 2014, saya belum mendapatkan nilai 4.00. Tapi kita tidak boleh meyerah begitu begitu saja. Mulai detik ini juga, mari bareng -bareng belajar untuk nilai yang lebih baik lagi.

Tapi semua itu tidak akan pernah terjadi tanpa adanya usaha dan doa.Oleh sebab itu, selain tulisan. Kita juga harus mencari solusi bagaimana caranya semua itu dapat diwujudkan. Dan berdoa dan jangan lupa juga untuk selalu mendekatkan diri dengan yang kuasa. Semoga bermanfaat... Dan di 2015 ini, kita semua jadi lebih baik lagi dan sejahtera.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS