Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Siapakah aku



Siapakah aku?




Aku adalah seorang manusia yang terlahir suci dari rahim seorang Ibu yang  mulia. Aku lahir dengan tangisan dan disambut dengan senyuman. Pertama yang ku dengar adalah suara adzan. Aku belom mengerti apa-apa. Berkelana dalam hidup, tanpa arah dan tujuan.  Tidak mengerti apa itu dosa. Hanya menjalani hidup seperti manusia umumnya. Bermain, makan dan tidur. Tapi kini aku sadar. Hidup bukanlah untuk makan. Melainkan, hidup adalah untuk Ibadah.

Terkadang orang-orang lalai dengan jati diri mereka. Mereka berkata “Just Do It”. Maukah Kalian menjalani kehidupan ini tanpa arah dan tujuan? Yang nantinya berakhir dengan kesedihan. Aku pribadi tidak mau. Aku ingin hidup ini bisa sejahtera, dan berakhir dengan senyuman indah. Aku ini seperti angin, kadang menyejukkan, kadang menggemparkan tergantung seberapa besar tenaga yang kupakai. Kadang aku terlihat, kadang aku tak terlihat. Tetapi kehadiranku selalu dapat dirasakan.

Ketika “aku” dimengerti sebagai “subjek” memaksudkan bahwa aku yang beraktivitas, sadar, berefleksi dan mencari kebenaran. Aku adalah itu yang sadar akan hidupku. Hidupku adalah keseharianku, pengalamanku, suka-dukaku, kebahagiaanku. “Perbuatan-ku itulah "aku". Cinta-ku dan segala konsekuensi pengorbanan yang menyertainya, itulah "aku". Cita-cita, pengharapan dan kecemasan-ku itulah "aku." Pengalaman keseharian-ku itulah “aku". Jatuh-bangun perjuanganku itulah "aku". Kesadaran akan “aku” bukanlah sekedar saya tahu siapa nama saya, saya bersekolah di mana, siapa orang tua dan guru saya. Aku bukan hanya kekayaanku, uangku, dan kecantikanku.  Manusia adalah aku dalam keseluruhan hidupnya yang utuh.

Betapa seringnya aku merasa bangga ketika melihat begitu banyaknya orang yang membutuhkan ku. Saat kita menyaksikan orang-orang berkumpul di sekeliling kita, betapa bangganya jiwa ini. Padahal kita sendiri menyadari bahwa orang-orang itu sesungguhnya tidak mengetahui siapa dan bagaimana diri kita yang sesungguhnya. Dan yang membuat segalanya semakin parah kita pun seperti selalu berusaha menampilkan berbagai bentuk dan rupa kepalsuan.

Kadang kita merasa menghadapi suatu masalah yang “sangat sulit” atau “sangat berat”.Baik di sekolah, di keluarga, di lingkungan masyarakat,maupun masalah pribadi diri sendiri. Bahkan kadang bisa terlintas di benak kita, kenapa demikian berat beban cobaan yang kita terima ? Padahal jika kita menerima anugrah yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa saya yang menerima

Hanya Allah yang tahu siapa kita, untuk apa kita ada, dan mau kemana kita. Karena Allah yang menciptakan kita. Dan kita sering tak sadar dalam mencari konsep jati diri sesungguhnya sebagai manusiaApa yang telah kita dapat, apa yang telah kita lakukan adalah untuk membantu sesama dan beribadah kepada Allah demi mencapi tujuan syurga. Dan bila kita mengenali dari apa kita di ciptakan maka kita akan menjadi manusia yang tak berjalan dengan kesombongan di muka bumi dan senantiasa kita menjadi hambanya yang benar-benar bersyukur karena telah menjadi salah satu makhluk yang sempurna di bandingkan makhluk Allah lainnya. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar